Baik, inilah kisah Dracin pendek yang Anda minta, dengan sentuhan magis, melankolis, reinkarnasi, balas dendam halus, dan akhir yang menggantung: **Aku Mencintaimu Lebih dari yang Bisa Kubayar** Genta angin berdentang lirih di teras rumah kuno itu, mengalunkan melodi sendu yang familiar di telinga Ailin. Setiap hembusan angin membawa aroma teh melati dan kenangan samar yang *menusuk*. Ailin, seorang desainer grafis muda di Shanghai yang modern, selalu merasa seperti bukan bagian dari dunia ini. Bayangan-bayangan masa lalu menghantuinya: taman bunga persik yang bermekaran, gaun sutra berwarna safir, dan tatapan mata yang begitu dalam hingga membuatnya tenggelam. Ia sering bermimpi tentang seorang pria bernama Zhao, seorang jenderal perang yang gagah berani. Dalam mimpinya, mereka saling mencintai dengan **MENDALAM**, namun cinta itu berakhir dengan pengkhianatan yang pahit. Setiap kali ia terbangun, hatinya terasa seperti diremas. Suatu hari, Ailin ditugaskan untuk merancang ulang logo sebuah perusahaan teknologi raksasa, "Phoenix Corp." CEO perusahaan itu, Li Wei, membuatnya terpana. Wajahnya… rahangnya… tatapan matanya… *IDENTIK* dengan Zhao dalam mimpinya. Li Wei, seorang pria yang dingin dan perhitungan, tertarik pada Ailin. Ada sesuatu pada diri Ailin yang membuatnya merasa terhubung, sesuatu yang terasa seperti deja vu. Mereka bekerja sama, makan malam bersama, dan perlahan, Ailin mulai mengingat. *Kilasan demi kilasan* menyambar benaknya. Ia ingat janji-janji manis, malam-malam romantis di bawah rembulan, dan kemudian… penghianatan yang **MENGEJUTKAN**. Zhao, yang seharusnya melindunginya, ternyata bersekongkol dengan musuh, mengorbankannya demi kekuasaan dan ambisi. Ingatan terakhirnya adalah rasa sakit yang membakar dan wajah Zhao yang tanpa ekspresi saat ia jatuh dari tebing. Balas dendam bukan gayanya. Ailin bukan lagi Ailin yang lemah dan naif di kehidupan sebelumnya. Ia memiliki kekuatan yang lebih besar sekarang: pengetahuan. Ia tahu ambisi Li Wei, ia tahu rahasia Phoenix Corp. Dengan senyum dingin, Ailin menyelesaikan desain logonya. Sebuah logo yang *indah* namun *mematikan*. Sebuah phoenix yang baru terlahir dari abu, namun dengan cakar yang siap mencabik-cabik. "Aku menyukainya," kata Li Wei, menatap logo itu dengan tatapan penuh penilaian. "Sangat sempurna." "Saya senang Anda menyukainya, Tuan Li," jawab Ailin, suaranya lembut namun tegas. "Saya sudah memasukkan sesuatu yang sangat spesial di dalamnya. Sesuatu yang akan mengubah takdir Anda." Ailin mengundurkan diri dari Phoenix Corp. keesokan harinya. Desain logonya, yang ia tinggalkan, akan menjadi awal dari kejatuhan Li Wei. Rahasia yang tersembunyi di dalamnya akan mengungkap korupsi dan intrik di balik perusahaan raksasa itu, menghancurkan reputasinya dan menjebloskannya ke dalam penjara. Ailin meninggalkan Shanghai, pergi ke sebuah desa terpencil di pegunungan, di mana bunga persik bermekaran di mana-mana. Ia duduk di bawah pohon, memandang langit senja yang berwarna oranye. *Zhao… Li Wei… karma adalah harga yang harus dibayar*. Dan di sana, di tengah ketenangan desa yang damai, bisikan angin mengantarkan janji: Kita akan bertemu lagi, di kehidupan yang lain.
You Might Also Like: 33 Cape Lion Animal Facts Top Rated

0 Comments: