## Pelukan yang Menghangatkan Duka Hujan musim semi di kota Hangzhou terasa seperti ribuan jarum menusuk kulit. Xiao Zhan, pemuda berumur du...

Absurd tapi Seru: Pelukan Yang Menghangatkan Duka Absurd tapi Seru: Pelukan Yang Menghangatkan Duka

Absurd tapi Seru: Pelukan Yang Menghangatkan Duka

Absurd tapi Seru: Pelukan Yang Menghangatkan Duka

## Pelukan yang Menghangatkan Duka Hujan musim semi di kota Hangzhou terasa seperti ribuan jarum menusuk kulit. Xiao Zhan, pemuda berumur dua puluh tahun dengan mata sayu, menatap kosong danau Xi Hu. Aroma teh Longjing yang mengepul dari cangkirnya tak mampu menghangatkan hatinya yang membeku. Ia selalu merasa ada **_kekosongan_** yang menganga di dalam dirinya, sesuatu yang hilang, sesuatu yang... dikhianati. Ia bekerja di toko buku antik, dikelilingi lembaran-lembaran usang yang berbisik tentang masa lalu. Mungkin itu sebabnya, ia sering mengalami *deja vu* yang aneh. Gambaran-gambaran pedang berlumuran darah, wajah-wajah bengis di bawah cahaya rembulan, dan yang paling menyakitkan: senyum manis seorang wanita yang menusuknya dari belakang. Suatu sore, seorang wanita anggun memasuki tokonya. Ia mengenakan gaun cheongsam berwarna *jade* dan rambutnya disanggul rapi dengan tusuk konde perak berbentuk phoenix. Pandangan mereka bertemu dan waktu seolah berhenti. Wanita itu, bermarga Li, membawa aura keanggunan dan ketenangan. Namun, ada sesuatu yang aneh dalam tatapannya; rasa bersalah yang tersembunyi di balik senyum ramahnya. Semakin sering Li mengunjungi toko buku itu, semakin jelas ingatan Xiao Zhan tentang kehidupan sebelumnya. Ia dulunya adalah seorang jenderal perkasa bernama Wei Ying, dan Li adalah selirnya, Mei Lian, yang bersekongkol dengan musuh untuk menjatuhkannya. *PENGKHIANATANNYA* menghantuinya bahkan setelah reinkarnasi. Mei Lian, atau Li, di kehidupan ini, ternyata adalah seorang kolektor barang antik yang berpengaruh. Ia memiliki kekuatan untuk mengubah nasib banyak orang, termasuk Xiao Zhan. Perlahan, Xiao Zhan mulai menyusun rencana. Ia tidak ingin darah tertumpah. Dendamnya terlalu suci untuk diwarnai dengan kekerasan. Kesempatan itu datang ketika Li menawarkan Xiao Zhan pekerjaan di rumah lelangnya yang bergengsi. Ini adalah gerbang menuju dunia yang selama ini diimpikannya, tetapi juga jebakan yang berpotensi menghancurkannya. Namun, Xiao Zhan menerimanya. Ia akan bermain sesuai aturan Li, ia akan naik ke puncak, dan ia akan... *MENGENDALIKAN* takdirnya sendiri. Setelah beberapa tahun, Xiao Zhan menjadi tangan kanan Li. Ia memahami seluk-beluk bisnis lelang, memiliki jaringan yang luas, dan dihormati banyak orang. Kemudian, tiba saatnya. Li merencanakan sebuah lelang besar yang akan menentukan masa depannya. Xiao Zhan tahu, ini adalah *KUNCI* untuk membebaskan dirinya dari bayang-bayang masa lalu. Dengan perhitungan dingin, Xiao Zhan membuat *satu* keputusan. Ia membocorkan informasi penting kepada pesaing utama Li, membuat lelang itu gagal total. Li bangkrut, reputasinya hancur. Ia kehilangan segalanya. Xiao Zhan tidak pernah melihat Li lagi. Ia membangun kerajaan sendiri, berdasarkan kejujuran dan keadilan. Ia menggunakan pengaruhnya untuk membantu orang lain, menebus kesalahan masa lalu, dan membuktikan bahwa takdir bisa diubah. Di suatu malam yang sunyi, Xiao Zhan berdiri di tepi danau Xi Hu, menatap pantulan bulan di air. Hujan kembali turun, tetapi kali ini, ia merasa hangat. Ia telah membalas dendam, bukan dengan darah, tetapi dengan **_kebebasan_**. "Kali ini, aku akan memilih takdirku sendiri," bisiknya pada angin. Seribu tahun kemudian, mungkin, jiwa kita akan bertemu lagi.
You Might Also Like: 0895403292432 Distributor Kosmetik

0 Comments: