Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya dracin yang kamu inginkan: **Senandung Pedang di Bawah Rembulan** Kabut tipis menyelimuti puncak Gunung Tai. Udara dingin menggigit kulit, namun telapak tanganku terasa panas. Di sanalah, *pedang pusaka* Warisan Klan Bai, menancap kuat di tanah. Aku, Bai Lianhua, pewaris terakhir, menatapnya. Bukan bilah perak yang berkilauan yang kulihat, melainkan sepasang mata gelap, mata Lin Wei. *Matamu*. Tiga tahun lalu, di bawah pohon persik yang bermekaran, matamu memancarkan janji setia. Kita bersumpah untuk saling melindungi, untuk bersama mengembalikan kejayaan Klan Bai yang hampir punah. Aku percaya padamu, Lin Wei. Aku memberikan segalanya. Tapi malam itu… malam saat kau berdiri di hadapanku, dengan pedang Klan Zhao di tanganmu… matamu *DINGIN*. Lebih dingin dari salju abadi di Gunung Kunlun. Pengkhianatanmu menghancurkan segalanya. Klan Bai hancur. Keluarga dibantai. Dan aku… aku memilih diam. Bukan karena aku lemah. Bukan karena aku takut. Ada rahasia yang jauh lebih besar yang harus kulindungi. Rahasia tentang *darah Naga* yang mengalir di nadiku. Kekuatan yang jika jatuh ke tangan yang salah, akan menenggelamkan seluruh daratan dalam kekacauan. Aku tidak menangis. Aku tidak berteriak. Aku hanya berbalik dan pergi, meninggalkan semua yang pernah kumiliki. Tiga tahun aku mengembara, menyamar sebagai seorang tabib keliling. Aku mendengar desas-desus tentang kehebatan Lin Wei, tentang bagaimana dia menjadi jenderal kepercayaan Kaisar Zhao. Rakyat memujanya, tapi aku… aku tahu kebenaran di balik mata gelapnya. Malam ini, aku kembali. Bukan untuk membalas dendam dengan pedang. Bukan untuk menumpahkan darah. Aku datang untuk mengaktifkan *Segel Naga* yang tersembunyi di dalam pedang pusaka. Kabut semakin tebal. Aku menggenggam hulu pedang, merasakan denyutan aneh di dalam diriku. Kekuatan kuno itu bangkit, mengalir deras melalui nadiku. Tiba-tiba, aku mengerti. Pengkhianatan Lin Wei bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari rencana yang jauh lebih besar. Lin Wei, ternyata, hanyalah pion. Pion dalam permainan para Dewa. Sesaat kemudian, gempa kecil mengguncang gunung. Di kejauhan, aku melihat cahaya keemasan membubung tinggi ke angkasa. Segel Naga aktif. Kekuatan Klan Zhao, yang selama ini bergantung pada energi yang mereka curi dari Klan Bai, mulai runtuh. Aku tersenyum pahit. Balas dendamku telah tiba. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan takdir yang berbalik arah. Lin Wei akan merasakan sakitnya kehilangan, sakitnya dikhianati, seperti yang pernah kurasakan. Aku tidak akan tinggal untuk melihatnya. Tugas ku sudah selesai. Sebelum pergi, aku menoleh sekali lagi ke arah pedang pusaka. Di bawah rembulan yang pucat, bayangan matamu masih terbayang. Dan aku tahu, *dia* tidak akan pernah benar-benar bebas. Semua ini, ternyata, hanyalah awal dari sebuah legenda baru… yang akan ditulis dengan air mata dan penyesalan yang tak terperi…
You Might Also Like: 120 Dwac Is 4Th Highest Cost To Borrow
0 Comments: